Kamis, 25 Juni 2026

KOMIK HMJ GIZI PKM 2026


KOMIK (KORAN MINI KAMPUS) HMJ GIZI PKM 2026 
EDISI BULAN JUNI

HARI LAHIR PANCASILA 

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Tanggal tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang lahirnya dasar negara Indonesia yang disampaikan oleh Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945.

Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti gotong royong, persatuan, toleransi, dan keadilan, perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi muda, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dengan menjunjung tinggi persatuan dan menghargai perbedaan, mahasiswa dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan harmonis.

HARI DONOR DARAH SEDUNIA 

Donor darah adalah kegiatan menyumbangkan atau memberikan sebagian darah secara sukarela untuk disimpan di bank darah dan digunakan dalam transfusi medis. Satu kantong darah yang didonorkan mampu menyelamat-kan hingga tiga nyawa, seperti bagi penderita trauma/kecelakaan hebat, anemia, thalasemia, hingga kanker darah.

Donor darah memberikan banyak manfaat, baik untuk pendonor maupun penerima. Bagi pendonor, kegiatan ini membantu menjaga kesehatan.

jantung, menyeimbangkan kadar zat besi, mendeteksi penyakit menular secara dini, dan memberikan kepuasan batin. Bagi penerima, setetes darah sangat vital untuk menyelamatkan nyawa.

"Setiap tetes darah yang anda berikan adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan."

TAHUN BARU ISLAM 1448 H

Tahun Baru Islam 1448 H merupakan awal pergantian tahun dalam kalender Hijriah yang jatuh pada tanggal 1 Muharram. Momen ini menjadi salah satu peristiwa penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Peringatan Tahun Baru Islam tidak terlepas dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah mengajarkan tentang pengorbanan, keteguhan iman, dan semangat untuk berubah menuju kehidupan yang lebih baik.

Oleh karena itu, Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, serta meningkatkan kualitas ibadah. Semangat hijrah diharapkan dapat menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun 1448 H.

“Selamat Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga tahun ini menjadi awal yang penuh keberkahan, kedamaian, dan kebaikan bagi seluruh umat Islam.”

HARI BIDAN NASIONAL 

Hari Bidan Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juni sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para bidan di Indonesia. Bidan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan keluarga.

Tidak hanya membantu proses persalinan, bidan juga berperan dalam memberikan edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Bidan Nasional, diharapkan seluruh bidan terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

"Di setiap awal kehidupan, bidan hadir dengan ilmu, kepedulian, dan kasih sayang."

RUANG KARYA HMJ GIZI PKM

POSTER NYALAKAN SEMANGAT PAHLAWAN DI SETIAP LANGKAH
"GENERASI TANGGUH LAHIR DARI NILAI PERJUANGAN"

Karya: Sharla Maritza Aelani Putri



Poster karya Sharla Maritza Aelani Putri mengangkat tema kepahlawanan dengan judul “Nyalakan Semangat Pahlawan di Setiap Langkah”. Karya ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perpaduan ilustrasi yang menarik, warna yang dinamis, serta informasi yang edukatif, poster ini menyampaikan pesan bahwa semangat kepahlawanan harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dalam poster ditampilkan berbagai fakta mengenai menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai kepahlawanan, disertai faktor penyebab dan dampaknya bagi kehidupan berbangsa. Selain itu, karya ini menawarkan solusi melalui konsep “PAHLAWAN”, yang mengajak masyarakat untuk mempelajari sejarah bangsa, berbuat baik, menghidupkan gotong royong, melakukan hal positif, berperan aktif bagi bangsa, menjaga persatuan, berkarya untuk negeri, serta menyalakan semangat juang dalam setiap langkah.


Senin, 01 Juni 2026

MADING HMJ GIZI PKM 2026

MADING (MAJALAH DINDING)
HMJ GIZI PKM 2026
EDISI BULAN JUNI

Menanamkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat membangun sikap saling menghormati, peduli terhadap sesama, menjaga persatuan, serta menciptakan kehidupan yang harmonis dan penuh toleransi.

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Nilai sila pertama dapat diterapkan dengan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing serta menghormati teman yang memiliki agama berbeda. Sikap ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjalankan ibadahnya tanpa gangguan. Dengan saling menghormati perbedaan agama, tercipta suasana yang damai, rukun, dan penuh toleransi.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Penerapan sila kedua dapat dilakukan dengan saling menolong sesama dan tidak melakukan perundungan (bullying) terhadap teman. Membantu orang yang membutuhkan menunjukkan rasa peduli dan kasih sayang kepada sesama manusia. Sementara itu, menghindari perilaku membully merupakan bentuk penghormatan terhadap harkat dan martabat setiap orang.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Nilai persatuan dapat diwujudkan dengan menjaga kerukunan dan mau berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang lainnya. Sikap ini dapat mempererat hubungan antarsesama dan memperkuat persatuan bangsa. Dengan hidup rukun, lingkungan menjadi lebih nyaman dan harmonis.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Penerapan sila keempat dapat dilakukan dengan bermusyawarah saat mengambil keputusan bersama serta menghargai pendapat orang lain. Dalam musyawarah, setiap orang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Sikap menghargai pendapat orang lain menunjukkan kedewasaan dan membantu menghasilkan keputusan yang terbaik untuk kepentingan bersama.

5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai sila kelima dapat diterapkan dengan bersikap adil kepada semua teman serta berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan. Bersikap adil berarti tidak membeda-bedakan teman dan memperlakukan semua orang dengan baik. Selain itu, kebiasaan berbagi dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

RUANG KARYA HMJ GIZI PKM

POSTER JAGA TRADISI WUJUDKAN GENERASI SEHAT
"WARISAN BUDAYA UNTUK HIDUP LEBIH SEHAT"

Karya: Dianti Ita Afar Khana dan Sharla Maritza Aelani Putri


Melalui ruang karya, mahasiswa dapat menyalurkan ide dan bakatnya. Salah satunya poster karya Dianti Ita Afar Khana dan Sharla Maritza Aelani Putri yang menghadirkan pesan kreativitas dan makna melalui perpaduan warna serta desain yang menarik.

Karya adalah wujud ekspresi sekaligus motivasi untuk terus berkarya. Setiap mahasiswa memiliki potensi, tinggal bagaimana kita berani menuangkannya.

Kesimpulan
Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengamalan setiap sila, masyarakat dapat membangun karakter yang baik, bertanggung jawab, dan menghargai sesama.
Penerapan nilai-nilai Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti beribadah dengan baik, membantu teman, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan bersikap adil. Kebiasaan-kebiasaan positif tersebut akan membentuk lingkungan yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan.
Oleh karena itu, setiap warga negara, terutama generasi muda, perlu menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, persatuan, kerukunan, dan keadilan dapat terwujud sehingga tercipta masyarakat Indonesia yang kuat, damai, dan sejahtera.